BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (PENGARUH INTENSITAS PENYIRAMAN DAN UKURAN POLYBAG TERHADAP PERTUMBUHAN CEMARA UDANG (Casuarina equisetifolia Linn.) SAMPAI UMUR 4 BULAN)
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Persen Hidup
Hasil persen hidup semai cemara udang umur 4
bulan yang diperoleh disajikan dalam grafik berikut:
Gambar 1.
Grafik persen hidup semai cemara udang umur 4 bulan
Keterangan
: AK = Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag
kecil, AS = 2 kali sehari dalam polybag
sedang, AB = 2 kali sehari dalam polybag
besar, BK = 1 kali sehari dalam polybag
kecil, BS = 1 kali sehari dalam polybag
sedang, BB = 1 kali sehari dalam polybag
besar, CK = 2 hari sekali dalam polybag
kecil, CS = 2 hari sekali dalam polybag
sedang, CB = Penyiraman 2 hari sekali dalam polybag
besar, DK = 4 hari sekali dalam polybag
kecil, DS = 4 hari sekali dalam polybag
sedang, DB = 4 hari sekali dalam polybag
besar
Berdasarkan Gambar 1 dapat diketahui bahwa persen hidup
setiap perlakuan sebesar 100%, hanya pada perlakuan CS (Penyiraman 2 hari
sekali dalam polybag sedang) yang tidak
100% yaitu sebesar 90 %, dari data tersebut dapat dikatakan bahwa angka
keberhasilan tanaman cemara udang sangat tinggi, hal ini menunjukan bahwa
cemara udang merupakan jenis yang tahan terhadap kekurangan air. Ini sesuai
dengan pernyataan Rao dan Dommergues (1998) yang menyatakan bahwa, casuarina mampu menyesuaikan diri pada
kondisi kering, kadar garam tinggi, genangan dan kecepatan angin yang besar.
Dengan demikian dapat dikatakan cemara udang dapat bertahan hidup di pantai dengan keadaan lingkungan
yang kering, kadar garam dalam udara maupun tanah yang tinggi, serta kecepatan
angin yang cukup besar dan terus menerus.
4.2 Analisis Pertumbuhan Tinggi,
Diameter, dan Percabangan
Pertumbuhan
tanaman secara keseluruhan meliputi pembelahan sel dari meristem apikal dan
diferensiasi sel. Keberhasilan pertumbuhan pohon dan tanaman hijau lainya
tergantung pada efisiensinya dalam menghasilkan karbohidrat, mengikat nitrogen,
lemak dan mengubahnya menjadi jaringan tanaman yang baru (Kramer dan Kozlowski,
1979). Dalam hal ini faktor lingkungan sangat menentukan pertumbuhan tanaman,
hasil pertumbuhan tinggi, diameter, percabangan tanaman cemara udang umur 4
bulan adalah sebagai berikut :
4.2.1
Pertumbuhan
Tinggi Cemara Udang
Hasil analisis pertumbuhan tinggi semai cemara udang
umur 4 bulan yang diberi perlakuan penyiraman dan ukuran polybag disajikan dalam grafik berikut :
Gambar 2. Grafik
rata-rata tinggi semai cemara udang umur 4 bulan
Keterangan
: AK = Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag
kecil, AS = 2 kali sehari dalam polybag
sedang, AB = 2 kali sehari dalam polybag
besar, BK = 1 kali sehari dalam polybag
kecil, BS = 1 kali sehari dalam polybag
sedang, BB = 1 kali sehari dalam polybag
besar, CK = 2 hari sekali dalam polybag
kecil, CS = 2 hari sekali dalam polybag
sedang, CB = Penyiraman 2 hari sekali dalam polybag
besar, DK = 4 hari sekali dalam polybag
kecil, DS = 4 hari sekali dalam polybag
sedang, DB = 4 hari sekali dalam polybag
besar
Berdasarkan Gambar 2 tampak bahwa pada
ukuran polybag kecil dan polybag besar, tinggi rata-rata cemara
udang yang tertinggi adalah pada perlakuan penyiraman 2 kali sehari yaitu
sebesar 23,56 cm dan 25,64 cm, sedangkan pada polybag sedang tinggi rata-rata yang paling tinggi adalah pada
perlakuan penyiraman 1 hari sekali yaitu sebesar 22,81 cm. Hasil tersebut
menunjukan bahwa penyiraman mempengaruhi pertumbuhan tinggi semai cemara udang,
hasil yang didapatkan menunjukan bahwa, diduga perlakuan penyiraman 2 kali
sehari mempunyai rata-rata tinggi paling tinggi dibandingkan yang lain,
sedangkan penyiraman 2 hari sekali mempunyai rata-rata tinggi yang paling
rendah.
Perlakuan ukuran polybag diduga tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi
tanaman cemara udang, ini bisa dilihat dari Gambar 2 dimana pada setiap
perlakuan memiliki hasil tinggi rata-rata cemara udang yang berbeda-beda, yaitu
pada perlakuan penyiraman 2 kali sehari paling besar adalah pada polybag besar dan terkecil pada polybag sedang, sedangkan pada
penyiraman 1 hari sekali paling tinggi pada polybag
sedang dan terendah pada polybag kecil,
pada penyiraman 2 hari sekali paling tinggi pada polybag kecil dan terendah pada polybag
besar dan pada penyiraman 4 hari sekali tertinggi pada polybag besar dan terendah pada polybag
kecil. Suryanaji (2004) menyatakan bahwa penggunaan volume media yang
berbeda tidak secara nyata mempengaruhi pertumbuhan tinggi. Media merupakan
tempat bagi sistem perakaran dalam mendapatkan hara, kemudian akan dimanfaatkan
untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman diantaranya pertumbuhan tinggi.
Hasil analisis uji anova tinggi semai cemara udang
disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 1. Hasil
analisis uji anova tinggi cemara udang umur 4 bulan
|
|
Tests of Between-Subjects Effects
|
||||||
|
|
Dependent Variable: TINGGI
|
||||||
|
Source
|
Type III Sum of Squares
|
Df
|
Mean Square
|
F
|
F Tabel
|
Sig.
|
|
|
Corrected
Model
|
864,006a
|
11
|
78,546
|
2,031
|
1,88
|
0,033
|
|
|
Intercept
|
53175,500
|
1
|
53175,500
|
1375,106
|
3,93
|
0,000
|
|
|
PENYIRAMAN
|
328,411
|
3
|
109,470
|
2,831
|
2,69
|
0,042
|
|
|
POLYBAG
|
5,401
|
2
|
2,700
|
0,070
|
3,09
|
0,933
|
|
|
PENYIRAMAN * POLYBAG
|
500,804
|
6
|
83,467
|
2,158
|
2,19
|
0,053
|
|
|
Error
|
3944,350
|
102
|
38,670
|
|
|
|
|
|
Total
|
58121,550
|
114
|
|
|
|
|
|
|
Corrected
Total
|
4808,356
|
113
|
|
|
|
|
|
Hasil analisis uji anova tinggi cemara
udang pada Tabel 1 diperoleh F hitung penyiraman sebesar 2,831, dan F tabel
sebesar 2,69 maka F hitung lebih besar daripada F tabel, sehingga
dapat disimpulkan bahwa penyiraman berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan
tinggi semai cemara udang. Sedangkan F hitung ukuran polybag sebesar 0,070 dan F
tabel sebesar 3,09 maka F hitung lebih kecil daripada F tabel, maka ukuran polybag tidak berpengaruh nyata terhadap
pertumbuhan tinggi cemara, dan F hitung dari kombinasi antara penyiraman dan
ukuran polybag sebesar 2,158,
sedangkan F tabel sebesar 2,19, maka untuk kombinasi antara penyiraman dan
ukuran polybag tidak berpengaruh
nyata terhadap pertumbuhan tinggi semai cemara udang sampai umur 4 bulan. perlakuan
penyiraman berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi maka untuk penyiraman
dilakukan uji lanjut, hasil uji lanjut penyiraman adalah sebagai berikut :
Tabel
2. Tabel Hasil Homogeneous Subset Tukey
HSDa,b,c
|
PENYIRAMAN
|
N
|
Tinggi (cm)
|
|
2 hari sekali
|
27
|
19,5778 b
|
|
4 hari sekali
|
30
|
20,8000 ab
|
|
1 hari sekali
|
29
|
21,6448 ab
|
|
Sehari 2 kali
|
28
|
24,4643 a
|
Berdasarkan
Tabel 2 rata-rata tinggi yang paling besar adalah pada perlakuan penyiraman 2
kali sehari yaitu sebesar 24,4643 cm, dan perlakuan penyiraman 2 hari sekali
mempunyai rata-rata tinggi yang paling rendah yaitu sebesar 19,5778 cm,
sedangkan perlakuan penyiraman 4 hari sekali dan 2 hari sekali berada diantara
keduanya yaitu rata-rata tinggi penyiraman 4 hari sekali sebesar 20,8 cm dan
penyiraman 1 hari sekali sebesar 21,6448 cm.
4.2.2. Pertumbuhan
Diameter Cemara Udang
Hasil
analisis pertumbuhan diameter cemara udang umur 4 bulan yang diberi perlakuan
penyiraman dan ukuran polybag
disajikan dalam grafik berikut :
Gambar
3. Grafik rata-rata diameter tanaman cemara udang umur 4 bulan
Keterangan
: AK = Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag
kecil, AS = 2 kali sehari dalam polybag
sedang, AB = 2 kali sehari dalam polybag
besar, BK = 1 kali sehari dalam polybag
kecil, BS = 1 kali sehari dalam polybag
sedang, BB = 1 kali sehari dalam polybag
besar, CK = 2 hari sekali dalam polybag
kecil, CS = 2 hari sekali dalam polybag
sedang, CB = Penyiraman 2 hari sekali dalam polybag
besar, DK = 4 hari sekali dalam polybag
kecil, DS = 4 hari sekali dalam polybag
sedang, DB = 4 hari sekali dalam polybag
besar
Bedasarkan Gambar 3 diketahui bahwa
rata-rata pertumbuhan diameter yang paling besar adalah pada penyiraman 2 kali
sehari dan terkecil pada penyiraman 2 hari sekali baik pada polybag kecil, sedang, maupun besar,
dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa perlakuan penyiraman berpengaruh
terhadap pertumbuhan diameter semai cemara udang, Berdasarkan Gambar 3 juga
diketahui bahwa, perlakuan penyiraman A (2 kali sehari) dan B (1 kali sehari)
semakin besar ukuran polybag
cenderung pertumbuhan diameternya juga semakin besar, sedangkan pada penyiraman
D (4 hari sekali) ukuran polybag sedang
menyebabkan pertumbuhan diameter yang paling besar selisih sedikit dengan polybag besar dan ukuran polybag kecil, pada perlakuan penyiraman
C (2 hari sekali) ukuran polybag yang
kecil cenderung menyebabkan pertumbuhan diameter yang lebih besar dibandingkan
dengan ukuran polybag yang lain, dari
data tersebut dapat dikatakan bahwa ukuran polybag
berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter namun tidak terlalu besar. Menurut
Suryanaji (2004) volume media yang sedikit menyebabkan ruang yang digunakan
untuk pertumbuhan akar semakin berkurang. Berkurangnya unsur hara dalam media
dan terganggunya pertumbuhan akar menyebabkan jumlah hara yang diambil tanaman
juga berkurang dan akhirnya mengurangi pertumbuhan diameter.
Tabel
3. Hasil analisis uji anova diameter cemara udang umur 4 bulan
|
|
Tests of Between-Subjects Effects
|
||||||
|
|
Dependent Variable: DIAMETER
|
||||||
|
Source
|
Type III Sum of Squares
|
Df
|
Mean Square
|
F
|
F Tabel
|
Sig.
|
|
|
Corrected
Model
|
0,022a
|
11
|
0,002
|
1,620
|
1,88
|
0,104
|
|
|
Intercept
|
1,846
|
1
|
1,846
|
1472,051
|
3,93
|
0,000
|
|
|
PENYIRAMAN
|
0,018
|
3
|
0,006
|
4,818
|
2,69
|
0,004
|
|
|
POLYBAG
|
0,000
|
2
|
7,566E-5
|
0,060
|
3,09
|
0,941
|
|
|
PENYIRAMAN * POLYBAG
|
0,003
|
6
|
0,001
|
0,437
|
2,19
|
0,853
|
|
|
Error
|
0,128
|
102
|
0,001
|
|
|
|
|
|
Total
|
2,007
|
114
|
|
|
|
|
|
|
Corrected
Total
|
0,150
|
113
|
|
|
|
|
|
Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa pelakuan
penyiraman mempunyai F hitung sebesar 4,818 dan F tabel sebesar 2,69,
maka F hitung lebih besar daripada F tabel maka dapat
dikatakan bahwa penyiraman berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter
semai cemara udang sampai umur 4 bulan. Dari Tabel 3 juga diketahui bahwa
perlakuan polybag mempunyai F hitung sebesar
0,060 dan F tabel sebesar 3,09, maka perlakuan polybag tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter semai
cemara udang. Untuk kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag mempunyai F hitung sebesar 0,323, sedangkan F tabel sebesar
2,18, maka F hitung lebih kecil daripada untuk kombinasi antara penyiraman dan
ukuran polybag tidak berpengaruh
nyata terhadap pertumbuhan diameter cemara udang. Penyiraman berpengaruh nyata
terhadap pertumbuhan diameter maka untuk penyiraman dilakukan uji lanjut,
sedangkan untuk ukuran polybag dan
kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag
tidak dilakukan uji lanjut karena hasilnya tidak berpengaruh nyata terhadap
pertumbuhan diameter cemara udang, hasil uji lanjut penyiraman adalah sebagai
berikut :
Tabel
4. Tabel Hasil Homogeneous Subset Tukey
HSDa,b,c
|
PENYIRAMAN
|
N
|
Diameter (cm)
|
|
2 hari sekali
|
27
|
0,1104 b
|
|
4 hari sekali
|
30
|
0,1210 ab
|
|
1 hari sekali
|
29
|
0,1338 ab
|
|
Sehari 2 kali
|
28
|
0,1450 a
|
Berdasarkan Tabel 4 rata-rata diameter
yang paling besar adalah pada perlakuan penyiraman 2 kali sehari yaitu sebesar
0,1450 cm, dan perlakuan penyiraman 2 hari sekali mempunyai rata-rata diameter
yang paling kecil yaitu sebesar 0,1104 cm, sedangkan perlakuan penyiraman 4
hari sekali dan 2 hari sekali berada diantara keduanya yaitu rata-rata diameter
penyiraman 4 hari sekali sebesar 0,1210 cm dan penyiraman 1 hari sekali sebesar
0,1338 cm.
4.2.3.
Pertumbuhan
Percabangan Cemara Udang
Hasil analisis pertumbuhan percabangan cemara udang
umur 4 bulan yang diberi perlakuan penyiraman dan ukuran polybag adalah sebagai berikut:
Gambar
4. Grafik rata-rata percabangan tanaman cemara udang umur 4 bulan
Keterangan
: AK = Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag
kecil, AS = 2 kali sehari dalam polybag
sedang, AB = 2 kali sehari dalam polybag
besar, BK = 1 kali sehari dalam polybag
kecil, BS = 1 kali sehari dalam polybag
sedang, BB = 1 kali sehari dalam polybag
besar, CK = 2 hari sekali dalam polybag
kecil, CS = 2 hari sekali dalam polybag
sedang, CB = Penyiraman 2 hari sekali dalam polybag
besar, DK = 4 hari sekali dalam polybag
kecil, DS = 4 hari sekali dalam polybag
sedang, DB = 4 hari sekali dalam polybag
besar
Sesuai dengan Gambar 4 dapat dilihat
bahwa untuk perlakuan penyiraman dan ukuran polybag
kurang berpengaruh terhadap percabangan semai cemara udang. Gambar 4 menunjukan
bahwa rata-rata percabangan yang paling banyak adalah pada perlakuan AB
(Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag
besar) sedangkan percabangan yang paling sedikit pada perlakuan CB (Penyiraman
2 hari sekali dalam polybag besar).
Tabel 5. Hasil analisis uji anova
percabangan cemara udang umur 4 bulan
|
|
Tests of Between-Subjects Effects
|
||||||
|
|
Dependent Variable: PERCABANGAN
|
||||||
|
Source
|
Type III Sum of Squares
|
Df
|
Mean Square
|
F
|
F Tabel
|
Sig.
|
|
|
Corrected
Model
|
1556,264a
|
11
|
141,479
|
0,978
|
1,88
|
0,471
|
|
|
Intercept
|
49096,840
|
1
|
49096,840
|
339,304
|
3,93
|
0,000
|
|
|
PENYIRAMAN
|
617,799
|
3
|
205,933
|
1,423
|
2,69
|
0,240
|
|
|
POLYBAG
|
6,024
|
2
|
3,012
|
0,021
|
3,09
|
0,979
|
|
|
PENYIRAMAN * POLYBAG
|
849,834
|
6
|
141,639
|
0,979
|
2,19
|
0,444
|
|
|
Error
|
14759,254
|
102
|
144,699
|
|
|
|
|
|
Total
|
65545,000
|
114
|
|
|
|
|
|
|
Corrected
Total
|
16315,518
|
113
|
|
|
|
|
|
Dari Tabel 5 dapat diketahui bahwa F
hitung penyiraman sebesar 1,423 dan F
tabel sebesar 2,69 maka F hitung lebih
kecil daripada F tabel, maka dapat disimpulkan bahwa penyiraman tidak
berpengaruh nyata terhadap percabangan semai cemara udang, untuk F hitung polybag
sebesar 0,21 dan F tabel sebesar 3,09
maka F hitung lebih kecil daripada F tabel, maka dapat
disimpulkan bahwa ukuran polybag
tidak berpengaruh nyata terhadap percabangan cemara, dan F hitung dari
kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag
sebesar 0,979, sedangkan F tabel sebesar 2,19, sehingga F hitung lebih kecil daripada F tabel, maka
untuk kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag tidak berpengaruh nyata terhadap perkecabangan semai cemara
udang sampai umur 4 bulan.
Berdasarkan analisis pertumbuhan tinggi, diameter
dan ukuran polybag penyiraman
berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, Penyiraman yang paling baik untuk
cemara udang sampai umur 4 bulan adalah penyiraman 2 kali sehari, ini dilihat
dari hasil uji anova tinggi dan diameter semai cemara udang yang berpengaruh
nyata, sedangkan untuk percabangan tidak berpengaruh nyata. Ini sesuai dengan
pernyataan Setiawan, dkk (2013) yang menyatakan bahwa pada kondisi kekurangan
air, absorsi CO2 menurun dan merangsang penurunan aktivitas metabolik sehingga mengakibatkan
menurunnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kemampuan untuk menekan kehilangan
air melalui transpirasi merupakan salah satu faktor penting dalam toleransi
tanaman terhadap kurang air. Menurut Islami dan Utomo (1995) tanaman yang
menderita cekaman air secara umum mempunyai ukuran yang lebih kecil dibanding
dengan tanaman yang tumbuh normal. Cekaman air mempengaruhi semua aspek
pertumbuhan tanaman. Dalam hal ini cekaman air mempengaruhi fisiologi dan
biokimia tanaman serta
menyebabkan terjadinya modifikasi dan morfologi tanaman.
Ukuran polybag tidak berpengaruh nyata terhadap
pertumbuhan cemara udang, akan tetapi hasil yang didapatkan ukuran polybag besar kecenderungan memiliki
pertumbuhan yang lebih baik daripada ukuran polybag
yang lain. Perbedaan ini disebabkan oleh karena volume media yang semakin
sedikit maka unsur hara dalam media juga akan lebih sedikit, tetapi untuk pembiakan
cemara udang lebih efisien menggunakan ukuran polybag yang kecil, karena selain ukuran polybag tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan semai cemara
udang, polybag kecil juga akan lebih
menghemat media yang digunakan.
4.3.
Top
Root Ratio
Top root ratio merupakan perbandingan antara berat kering
bagian atas tanaman dengan berat kering bagian bawah tanaman. Hasil top root ratio dari perlakuan penyiraman
dan ukuran polybag semai cemara udang
adalah sebagai berikut:
Gambar 5. Grafik rata-rata top root ratio semai cemara udang umur 4
bulan
Keterangan
: AK = Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag
kecil, AS = 2 kali sehari dalam polybag
sedang, AB = 2 kali sehari dalam polybag
besar, BK = 1 kali sehari dalam polybag
kecil, BS = 1 kali sehari dalam polybag
sedang, BB = 1 kali sehari dalam polybag
besar, CK = 2 hari sekali dalam polybag
kecil, CS = 2 hari sekali dalam polybag
sedang, CB = Penyiraman 2 hari sekali dalam polybag
besar, DK = 4 hari sekali dalam polybag
kecil, DS = 4 hari sekali dalam polybag
sedang, DB = 4 hari sekali dalam polybag
besar
Berdasarkan
Gambar 5 dapat dilihat bahwa perlakuan AS (Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag sedang) memiliki nilai top root ratio yang paling besar yaitu
sebesar 14,5, sedangkan perlakuan DK (Penyiraman 4 hari sekali dengan polybag kecil) memiliki nilai top root ratio yang paling kecil yaitu
sebesar 5,833, dari Gambar 5 juga dapat dilihat bahwa untuk penyiraman 4 hari
sekali rata-rata memiliki nilai top root
ratio yang paling rendah, hasil tersebut berkaitan dengan nutrisi yang
didapatkan oleh tanaman, Menurut Hardjowigeno (1995) dalam Fikri (2012) berat
kering tanaman mencerminkan status nutrisi suatu tanaman, dan berat kering
tanaman merupakan indikator yang menentukan baik tidaknya suatu tanaman dan
sangat erat kaitannya dengan ketersediaan dan serapan hara. Jika serapan hara
meningkat maka metabolisme tanaman akan semakin baik. Semakin baiknya proses
metabolisme tersebut akan mempengaruhi berat kering tanaman. Berat tanaman
dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan.
Hasil
yang didapatkan menunjukan bahwa dengan penyiraman yang jarang
akar tanaman cenderung akan semakin panjang, ini terjadi karena tanaman akan
mencari air lebih jauh sehingga akarnya akan lebih panjang. Wiersma (1959) dan
Kozlowski (1968) dalam Islami dan Utomo, (1995) menyatakan bahwa kelembaban tanah
yang rendah akan menyebabkan akar yang terbentuk sedikit dan ukuranya kecil,
dengan daerah penyebaran yang sempit.
Tabel 6. Hasil
analisis uji anova top root ratio cemara
udang umur 4 bulan
|
|
Tests of Between-Subjects Effects
|
||||||
|
|
Dependent Variable: TRRATIO
|
||||||
|
Source
|
Type III Sum of Squares
|
Df
|
Mean Square
|
F
|
F Tabel
|
Sig.
|
|
|
Corrected
Model
|
246,300a
|
11
|
22,391
|
1,943
|
2,22
|
0,084
|
|
|
Intercept
|
3978,056
|
1
|
3978,056
|
345,117
|
4,26
|
0,000
|
|
|
PENYIRAMAN
|
85,933
|
3
|
28,644
|
2,485
|
3,01
|
0,085
|
|
|
POLYBAG
|
40,356
|
2
|
20,178
|
1,751
|
3,40
|
0,195
|
|
|
PENYIRAMAN * POLYBAG
|
120,010
|
6
|
20,002
|
1,735
|
2,51
|
0,156
|
|
|
Error
|
276,641
|
24
|
11,527
|
|
|
|
|
|
Total
|
4500,997
|
36
|
|
|
|
|
|
|
Corrected
Total
|
522,940
|
35
|
|
|
|
|
|
Berdasarkan Tabel 6. dapat dilihat bahwa
untuk penyiraman mamiliki F hitung sebesar 2,485, dan F tabel 3,01 sehingga F
tabel lebih besar daripada F ratio, ini berarti untuk perlakuan penyiraman
tidak berpengaruh nyata terhadap top root
ratio cemara udang, Tabel 5 juga menunjukan bahwa untuk F hitung polybag
sebesar 1,751 dan F Tabel sebesar 3,40, dari hasil tersebut didapatkan nilai F
Tabel lebih besar daripada F hitung sehingga
dapat dikatakan bahwa ukuran polybag
tidak berpengaruh nyata terhadap top root
ratio cemara udang, untuk F hitung kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag sebesar 0,735 dan F Tabel
sebesar 2,51, dari hasil tersebut didapatkan bahwa F Tabel lebih besar daripada
F hitung sehingga dapat dikatakan bahwa untuk
kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag
tidak berpengaruh nyata terhadap top root
ratio cemara udang sampai umur 4 bulan.
Komentar
Posting Komentar