Langsung ke konten utama

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (PENGARUH INTENSITAS PENYIRAMAN DAN UKURAN POLYBAG TERHADAP PERTUMBUHAN CEMARA UDANG (Casuarina equisetifolia Linn.) SAMPAI UMUR 4 BULAN)


BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1   Persen Hidup
Hasil persen hidup semai cemara udang umur 4 bulan yang diperoleh disajikan dalam grafik berikut:
Gambar 1.  Grafik persen hidup semai cemara udang umur 4 bulan
Keterangan : AK = Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag kecil, AS = 2 kali sehari dalam polybag sedang, AB = 2 kali sehari dalam polybag besar, BK = 1 kali sehari dalam polybag kecil, BS = 1 kali sehari dalam polybag sedang, BB = 1 kali sehari dalam polybag besar, CK = 2 hari sekali dalam polybag kecil, CS = 2 hari sekali dalam polybag sedang, CB = Penyiraman 2 hari sekali dalam polybag besar, DK = 4 hari sekali dalam polybag kecil, DS = 4 hari sekali dalam polybag sedang, DB = 4 hari sekali dalam polybag besar

Berdasarkan Gambar 1 dapat diketahui bahwa persen hidup setiap perlakuan sebesar 100%, hanya pada perlakuan CS (Penyiraman 2 hari sekali dalam polybag sedang) yang tidak 100% yaitu sebesar 90 %, dari data tersebut dapat dikatakan bahwa angka keberhasilan tanaman cemara udang sangat tinggi, hal ini menunjukan bahwa cemara udang merupakan jenis yang tahan terhadap kekurangan air. Ini sesuai dengan pernyataan Rao dan Dommergues (1998) yang menyatakan bahwa, casuarina mampu menyesuaikan diri pada kondisi kering, kadar garam tinggi, genangan dan kecepatan angin yang besar. Dengan demikian dapat dikatakan cemara udang dapat bertahan  hidup di pantai dengan keadaan lingkungan yang kering, kadar garam dalam udara maupun tanah yang tinggi, serta kecepatan angin yang cukup besar dan terus menerus.
4.2  Analisis Pertumbuhan Tinggi, Diameter, dan Percabangan
Pertumbuhan tanaman secara keseluruhan meliputi pembelahan sel dari meristem apikal dan diferensiasi sel. Keberhasilan pertumbuhan pohon dan tanaman hijau lainya tergantung pada efisiensinya dalam menghasilkan karbohidrat, mengikat nitrogen, lemak dan mengubahnya menjadi jaringan tanaman yang baru (Kramer dan Kozlowski, 1979). Dalam hal ini faktor lingkungan sangat menentukan pertumbuhan tanaman, hasil pertumbuhan tinggi, diameter, percabangan tanaman cemara udang umur 4 bulan adalah sebagai berikut :
4.2.1        Pertumbuhan Tinggi Cemara Udang
Hasil analisis pertumbuhan tinggi semai cemara udang umur 4 bulan yang diberi perlakuan penyiraman dan ukuran polybag disajikan dalam grafik berikut :
Gambar 2. Grafik rata-rata tinggi semai cemara udang umur 4 bulan

Keterangan : AK = Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag kecil, AS = 2 kali sehari dalam polybag sedang, AB = 2 kali sehari dalam polybag besar, BK = 1 kali sehari dalam polybag kecil, BS = 1 kali sehari dalam polybag sedang, BB = 1 kali sehari dalam polybag besar, CK = 2 hari sekali dalam polybag kecil, CS = 2 hari sekali dalam polybag sedang, CB = Penyiraman 2 hari sekali dalam polybag besar, DK = 4 hari sekali dalam polybag kecil, DS = 4 hari sekali dalam polybag sedang, DB = 4 hari sekali dalam polybag besar

Berdasarkan Gambar 2 tampak bahwa pada ukuran polybag kecil dan polybag besar, tinggi rata-rata cemara udang yang tertinggi adalah pada perlakuan penyiraman 2 kali sehari yaitu sebesar 23,56 cm dan 25,64 cm, sedangkan pada polybag sedang tinggi rata-rata yang paling tinggi adalah pada perlakuan penyiraman 1 hari sekali yaitu sebesar 22,81 cm. Hasil tersebut menunjukan bahwa penyiraman mempengaruhi pertumbuhan tinggi semai cemara udang, hasil yang didapatkan menunjukan bahwa, diduga perlakuan penyiraman 2 kali sehari mempunyai rata-rata tinggi paling tinggi dibandingkan yang lain, sedangkan penyiraman 2 hari sekali mempunyai rata-rata tinggi yang paling rendah.
Perlakuan ukuran polybag diduga tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cemara udang, ini bisa dilihat dari Gambar 2 dimana pada setiap perlakuan memiliki hasil tinggi rata-rata cemara udang yang berbeda-beda, yaitu pada perlakuan penyiraman 2 kali sehari paling besar adalah pada polybag besar dan terkecil pada polybag sedang, sedangkan pada penyiraman 1 hari sekali paling tinggi pada polybag sedang dan terendah pada polybag kecil, pada penyiraman 2 hari sekali paling tinggi pada polybag kecil dan terendah pada polybag besar dan pada penyiraman 4 hari sekali tertinggi pada polybag besar dan terendah pada polybag kecil. Suryanaji (2004) menyatakan bahwa penggunaan volume media yang berbeda tidak secara nyata mempengaruhi pertumbuhan tinggi. Media merupakan tempat bagi sistem perakaran dalam mendapatkan hara, kemudian akan dimanfaatkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman diantaranya pertumbuhan tinggi.








Hasil analisis uji anova tinggi semai cemara udang disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 1. Hasil analisis uji anova tinggi cemara udang umur 4 bulan

Tests of Between-Subjects Effects

Dependent Variable:   TINGGI 
Source
Type III Sum of Squares
Df
Mean Square
F
F Tabel
Sig.
Corrected Model
864,006a
11
78,546
2,031
1,88
0,033
Intercept
53175,500
1
53175,500
1375,106
3,93
0,000
PENYIRAMAN
328,411
3
109,470
2,831
2,69
0,042
POLYBAG
5,401
2
2,700
0,070
3,09
0,933
PENYIRAMAN * POLYBAG
500,804
6
83,467
2,158
2,19
0,053
Error
3944,350
102
38,670



Total
58121,550
114




Corrected Total
4808,356
113





Hasil analisis uji anova tinggi cemara udang pada Tabel 1 diperoleh F hitung  penyiraman sebesar 2,831, dan F tabel sebesar 2,69 maka F hitung  lebih besar daripada F tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa penyiraman berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi semai cemara udang. Sedangkan F hitung ukuran polybag sebesar  0,070 dan F tabel sebesar 3,09 maka F hitung  lebih kecil daripada F tabel, maka ukuran polybag tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi cemara, dan F hitung  dari kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag sebesar 2,158, sedangkan F tabel sebesar 2,19, maka untuk kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi semai cemara udang sampai umur 4 bulan. perlakuan penyiraman berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi maka untuk penyiraman dilakukan uji lanjut, hasil uji lanjut penyiraman adalah sebagai berikut :
Tabel 2. Tabel Hasil Homogeneous Subset Tukey HSDa,b,c
PENYIRAMAN
N
Tinggi (cm)
2 hari sekali
27
19,5778 b
4 hari sekali
30
20,8000 ab
1 hari sekali
29
21,6448 ab
Sehari 2 kali
28
24,4643 a

Berdasarkan Tabel 2 rata-rata tinggi yang paling besar adalah pada perlakuan penyiraman 2 kali sehari yaitu sebesar 24,4643 cm, dan perlakuan penyiraman 2 hari sekali mempunyai rata-rata tinggi yang paling rendah yaitu sebesar 19,5778 cm, sedangkan perlakuan penyiraman 4 hari sekali dan 2 hari sekali berada diantara keduanya yaitu rata-rata tinggi penyiraman 4 hari sekali sebesar 20,8 cm dan penyiraman 1 hari sekali sebesar 21,6448 cm.
4.2.2.      Pertumbuhan Diameter Cemara Udang
Hasil analisis pertumbuhan diameter cemara udang umur 4 bulan yang diberi perlakuan penyiraman dan ukuran polybag disajikan dalam grafik berikut :

Gambar 3. Grafik rata-rata diameter tanaman cemara udang umur 4 bulan

Keterangan : AK = Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag kecil, AS = 2 kali sehari dalam polybag sedang, AB = 2 kali sehari dalam polybag besar, BK = 1 kali sehari dalam polybag kecil, BS = 1 kali sehari dalam polybag sedang, BB = 1 kali sehari dalam polybag besar, CK = 2 hari sekali dalam polybag kecil, CS = 2 hari sekali dalam polybag sedang, CB = Penyiraman 2 hari sekali dalam polybag besar, DK = 4 hari sekali dalam polybag kecil, DS = 4 hari sekali dalam polybag sedang, DB = 4 hari sekali dalam polybag besar

Bedasarkan Gambar 3 diketahui bahwa rata-rata pertumbuhan diameter yang paling besar adalah pada penyiraman 2 kali sehari dan terkecil pada penyiraman 2 hari sekali baik pada polybag kecil, sedang, maupun besar, dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa perlakuan penyiraman berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter semai cemara udang, Berdasarkan Gambar 3 juga diketahui bahwa, perlakuan penyiraman A (2 kali sehari) dan B (1 kali sehari) semakin besar ukuran polybag cenderung pertumbuhan diameternya juga semakin besar, sedangkan pada penyiraman D (4 hari sekali) ukuran polybag sedang menyebabkan pertumbuhan diameter yang paling besar selisih sedikit dengan polybag besar dan ukuran polybag kecil, pada perlakuan penyiraman C (2 hari sekali) ukuran polybag yang kecil cenderung menyebabkan pertumbuhan diameter yang lebih besar dibandingkan dengan ukuran polybag yang lain, dari data tersebut dapat dikatakan bahwa ukuran polybag berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter namun tidak terlalu besar. Menurut Suryanaji (2004) volume media yang sedikit menyebabkan ruang yang digunakan untuk pertumbuhan akar semakin berkurang. Berkurangnya unsur hara dalam media dan terganggunya pertumbuhan akar menyebabkan jumlah hara yang diambil tanaman juga berkurang dan akhirnya mengurangi pertumbuhan diameter.
Tabel 3. Hasil analisis uji anova diameter cemara udang umur 4 bulan

Tests of Between-Subjects Effects

Dependent Variable:   DIAMETER 
Source
Type III Sum of Squares
Df
Mean Square
F
F Tabel
Sig.
Corrected Model
0,022a
11
0,002
1,620
1,88
0,104
Intercept
1,846
1
1,846
1472,051
3,93
0,000
PENYIRAMAN
0,018
3
0,006
4,818
2,69
0,004
POLYBAG
0,000
2
7,566E-5
0,060
3,09
0,941
PENYIRAMAN * POLYBAG
0,003
6
0,001
0,437
2,19
0,853
Error
0,128
102
0,001



Total
2,007
114




Corrected Total
0,150
113





Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa pelakuan penyiraman mempunyai F hitung  sebesar 4,818 dan F tabel sebesar 2,69, maka F hitung  lebih besar daripada F tabel maka dapat dikatakan bahwa penyiraman berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter semai cemara udang sampai umur 4 bulan. Dari Tabel 3 juga diketahui bahwa perlakuan polybag mempunyai F hitung  sebesar 0,060 dan F tabel sebesar 3,09, maka perlakuan polybag tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter semai cemara udang. Untuk kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag mempunyai F hitung  sebesar 0,323, sedangkan F tabel sebesar 2,18, maka F hitung lebih kecil daripada untuk kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter cemara udang. Penyiraman berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter maka untuk penyiraman dilakukan uji lanjut, sedangkan untuk ukuran polybag dan kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag tidak dilakukan uji lanjut karena hasilnya tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan diameter cemara udang, hasil uji lanjut penyiraman adalah sebagai berikut :
Tabel 4. Tabel Hasil Homogeneous Subset Tukey HSDa,b,c
PENYIRAMAN
N
Diameter (cm)
2 hari sekali
27
0,1104 b
4 hari sekali
30
0,1210 ab
1 hari sekali
29
0,1338 ab
Sehari 2 kali
28
0,1450 a

Berdasarkan Tabel 4 rata-rata diameter yang paling besar adalah pada perlakuan penyiraman 2 kali sehari yaitu sebesar 0,1450 cm, dan perlakuan penyiraman 2 hari sekali mempunyai rata-rata diameter yang paling kecil yaitu sebesar 0,1104 cm, sedangkan perlakuan penyiraman 4 hari sekali dan 2 hari sekali berada diantara keduanya yaitu rata-rata diameter penyiraman 4 hari sekali sebesar 0,1210 cm dan penyiraman 1 hari sekali sebesar 0,1338 cm.
4.2.3.      Pertumbuhan Percabangan Cemara Udang
Hasil analisis pertumbuhan percabangan cemara udang umur 4 bulan yang diberi perlakuan penyiraman dan ukuran polybag adalah sebagai berikut:
Gambar 4. Grafik rata-rata percabangan tanaman cemara udang umur 4 bulan

Keterangan : AK = Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag kecil, AS = 2 kali sehari dalam polybag sedang, AB = 2 kali sehari dalam polybag besar, BK = 1 kali sehari dalam polybag kecil, BS = 1 kali sehari dalam polybag sedang, BB = 1 kali sehari dalam polybag besar, CK = 2 hari sekali dalam polybag kecil, CS = 2 hari sekali dalam polybag sedang, CB = Penyiraman 2 hari sekali dalam polybag besar, DK = 4 hari sekali dalam polybag kecil, DS = 4 hari sekali dalam polybag sedang, DB = 4 hari sekali dalam polybag besar

Sesuai dengan Gambar 4 dapat dilihat bahwa untuk perlakuan penyiraman dan ukuran polybag kurang berpengaruh terhadap percabangan semai cemara udang. Gambar 4 menunjukan bahwa rata-rata percabangan yang paling banyak adalah pada perlakuan AB (Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag besar) sedangkan percabangan yang paling sedikit pada perlakuan CB (Penyiraman 2 hari sekali dalam polybag besar).
Tabel 5. Hasil analisis uji anova percabangan cemara udang umur 4 bulan

Tests of Between-Subjects Effects

Dependent Variable:   PERCABANGAN 
Source
Type III Sum of Squares
Df
Mean Square
F
F Tabel
Sig.
Corrected Model
1556,264a
11
141,479
0,978
1,88
0,471
Intercept
49096,840
1
49096,840
339,304
3,93
0,000
PENYIRAMAN
617,799
3
205,933
1,423
2,69
0,240
POLYBAG
6,024
2
3,012
0,021
3,09
0,979
PENYIRAMAN * POLYBAG
849,834
6
141,639
0,979
2,19
0,444
Error
14759,254
102
144,699



Total
65545,000
114




Corrected Total
16315,518
113





Dari Tabel 5 dapat diketahui bahwa F hitung penyiraman sebesar 1,423 dan F tabel sebesar 2,69 maka F hitung lebih kecil daripada F tabel, maka dapat disimpulkan bahwa penyiraman tidak berpengaruh nyata terhadap percabangan semai cemara udang, untuk F hitung  polybag sebesar  0,21 dan F tabel sebesar 3,09 maka F hitung  lebih kecil daripada F tabel, maka dapat disimpulkan bahwa ukuran polybag tidak berpengaruh nyata terhadap percabangan cemara, dan F hitung  dari kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag sebesar 0,979, sedangkan F tabel sebesar 2,19, sehingga F hitung lebih kecil daripada F tabel, maka untuk kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag tidak berpengaruh nyata terhadap perkecabangan semai cemara udang sampai umur 4 bulan.
Berdasarkan analisis pertumbuhan tinggi, diameter dan ukuran polybag penyiraman berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, Penyiraman yang paling baik untuk cemara udang sampai umur 4 bulan adalah penyiraman 2 kali sehari, ini dilihat dari hasil uji anova tinggi dan diameter semai cemara udang yang berpengaruh nyata, sedangkan untuk percabangan tidak berpengaruh nyata. Ini sesuai dengan pernyataan Setiawan, dkk (2013) yang menyatakan bahwa pada kondisi kekurangan air, absorsi CO2 menurun dan merangsang penurunan aktivitas metabolik sehingga mengakibatkan menurunnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kemampuan untuk menekan kehilangan air melalui transpirasi merupakan salah satu faktor penting dalam toleransi tanaman terhadap kurang air. Menurut Islami dan Utomo (1995) tanaman yang menderita cekaman air secara umum mempunyai ukuran yang lebih kecil dibanding dengan tanaman yang tumbuh normal. Cekaman air mempengaruhi semua aspek pertumbuhan tanaman. Dalam hal ini cekaman air mempengaruhi fisiologi dan biokimia tanaman serta menyebabkan terjadinya modifikasi dan morfologi tanaman.
Ukuran polybag tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan cemara udang, akan tetapi hasil yang didapatkan ukuran polybag besar kecenderungan memiliki pertumbuhan yang lebih baik daripada ukuran polybag yang lain. Perbedaan ini disebabkan oleh karena volume media yang semakin sedikit maka unsur hara dalam media juga akan lebih sedikit, tetapi untuk pembiakan cemara udang lebih efisien menggunakan ukuran polybag yang kecil, karena selain ukuran polybag tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan semai cemara udang, polybag kecil juga akan lebih menghemat media yang digunakan.
4.3.      Top Root Ratio
Top root ratio merupakan perbandingan antara berat kering bagian atas tanaman dengan berat kering bagian bawah tanaman. Hasil top root ratio dari perlakuan penyiraman dan ukuran polybag semai cemara udang adalah sebagai berikut:
Gambar 5. Grafik rata-rata top root ratio semai cemara udang umur 4 bulan
Keterangan : AK = Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag kecil, AS = 2 kali sehari dalam polybag sedang, AB = 2 kali sehari dalam polybag besar, BK = 1 kali sehari dalam polybag kecil, BS = 1 kali sehari dalam polybag sedang, BB = 1 kali sehari dalam polybag besar, CK = 2 hari sekali dalam polybag kecil, CS = 2 hari sekali dalam polybag sedang, CB = Penyiraman 2 hari sekali dalam polybag besar, DK = 4 hari sekali dalam polybag kecil, DS = 4 hari sekali dalam polybag sedang, DB = 4 hari sekali dalam polybag besar

Berdasarkan Gambar 5 dapat dilihat bahwa perlakuan AS (Penyiraman 2 kali sehari dalam polybag sedang) memiliki nilai top root ratio yang paling besar yaitu sebesar 14,5, sedangkan perlakuan DK (Penyiraman 4 hari sekali dengan polybag kecil) memiliki nilai top root ratio yang paling kecil yaitu sebesar 5,833, dari Gambar 5 juga dapat dilihat bahwa untuk penyiraman 4 hari sekali rata-rata memiliki nilai top root ratio yang paling rendah, hasil tersebut berkaitan dengan nutrisi yang didapatkan oleh tanaman, Menurut Hardjowigeno (1995) dalam Fikri (2012) berat kering tanaman mencerminkan status nutrisi suatu tanaman, dan berat kering tanaman merupakan indikator yang menentukan baik tidaknya suatu tanaman dan sangat erat kaitannya dengan ketersediaan dan serapan hara. Jika serapan hara meningkat maka metabolisme tanaman akan semakin baik. Semakin baiknya proses metabolisme tersebut akan mempengaruhi berat kering tanaman. Berat tanaman dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan.
Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa dengan penyiraman yang jarang akar tanaman cenderung akan semakin panjang, ini terjadi karena tanaman akan mencari air lebih jauh sehingga akarnya akan lebih panjang. Wiersma (1959) dan Kozlowski (1968) dalam Islami dan Utomo, (1995) menyatakan bahwa kelembaban tanah yang rendah akan menyebabkan akar yang terbentuk sedikit dan ukuranya kecil, dengan daerah penyebaran yang sempit.

Tabel 6. Hasil analisis uji anova top root ratio cemara udang umur 4 bulan

Tests of Between-Subjects Effects

Dependent Variable:   TRRATIO 
Source
Type III Sum of Squares
Df
Mean Square
F
F Tabel
Sig.
Corrected Model
246,300a
11
22,391
1,943
2,22
0,084
Intercept
3978,056
1
3978,056
345,117
4,26
0,000
PENYIRAMAN
85,933
3
28,644
2,485
3,01
0,085
POLYBAG
40,356
2
20,178
1,751
3,40
0,195
PENYIRAMAN * POLYBAG
120,010
6
20,002
1,735
2,51
0,156
Error
276,641
24
11,527



Total
4500,997
36




Corrected Total
522,940
35






Berdasarkan Tabel 6. dapat dilihat bahwa untuk penyiraman mamiliki F hitung  sebesar 2,485, dan F tabel 3,01 sehingga F tabel lebih besar daripada F ratio, ini berarti untuk perlakuan penyiraman tidak berpengaruh nyata terhadap top root ratio cemara udang, Tabel 5 juga menunjukan bahwa untuk F hitung  polybag sebesar 1,751 dan F Tabel sebesar 3,40, dari hasil tersebut didapatkan nilai F Tabel lebih besar daripada F hitung sehingga dapat dikatakan bahwa ukuran polybag tidak berpengaruh nyata terhadap top root ratio cemara udang, untuk F hitung  kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag sebesar 0,735 dan F Tabel sebesar 2,51, dari hasil tersebut didapatkan bahwa F Tabel lebih besar daripada F hitung  sehingga dapat dikatakan bahwa untuk kombinasi antara penyiraman dan ukuran polybag tidak berpengaruh nyata terhadap top root ratio cemara udang sampai umur 4 bulan. 

Komentar