BAB II TINJAUAN PUSTAKA (PENGARUH INTENSITAS PENYIRAMAN DAN UKURAN POLYBAG TERHADAP PERTUMBUHAN CEMARA UDANG (Casuarina equisetifolia Linn.) SAMPAI UMUR 4 BULAN)
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1. Casuarina
equsetifolia L.
2.1.1.
Deskripsi
Taksonomi cemara udang menurut Tjitrosoepomo (1988) dalam Windyanti
(2013)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliophyta
Ordo : Fagales
Famili : Casuarinaceae
Spesies : Casuarina equsetifolia
Nama daerah :
Beefwood, coast she-oak, horsetril casuarina, ironwood (Eng,); pin d’Australie
(Fr,); pino australiano (Sp.); cemara laut (Indonesia) (Anonim, 2001).
2.1.2.
Penyebaran dan habitat
Secara alami terdapat di daerah tropis dan
subtropis sepanjang pantai mulai Australia Utara sampai Malaysia, Myanmar
Selatan, Kra Isthmus di Thailand, Melanesia dan Polynesia. Dikenal luas di
daerah tropis dan subtropis. Ketinggian 0-1500 m dpl, curah hujan rata-rata
350-5000 m dpl, musim kering 6-8 bulan, suhu rata-rata 15-30°C, suhu bulan
terpanas 20-47°C dan terdingin 7-20°C. Sesuai pada tanah ringan, berpasir,
cepat tumbuh pada tanah kurus dan toleran terhadap tanah bergaram dan angin
bergaram. Tumbuh baik pada tanah dengan PH 5,0-9,5. Tidak tahan terhadap pasang
surut, tidak tahan terhadap naungan dan sensitif terhadap kebakaran.
Menghasilkan nitrogen (Frankia symbiosis). Daur 40-50 tahun (Anonim, 2001).
2.1.3.
Kegunaan
Termasuk jenis serba guna, untuk industri dan
rumah tangga. Disebut dengan “kayu bakar terbaik di dunia” dan menghasilkan
arang berkualitas tinggi, kayu sangat sulit dikerjakan untuk kayu gergajian,
karena tahan garam, pohon ini digunakan sebagai pengendali erosi di daerah
pantai. Manfaat lainya sebagai bahan pulp, kayu perkakas, naungan dan peneduh,
tanaman hias, reklamasi lahan dan memperbaiki tanah karena kemampuannya untuk
menghasilkan nitrogen, banyak digunakan pada agroforestry. (Anonim, 2001)
2.2. Air
Air merupakan kebutuhan pokok bagi semua
tanaman juga merupakan bahan penyusun utama dari pada protoplasma sel. Disamping
itu, air adalah komponen utama dalam proses fotosintesis, pengangkutan
assimilate hasil proses ini ke bagian-bagian tanaman hanya dimungkinkan melalui gerakan air dalam
tanaman. Dengan peranan tersebut di atas, jumlah pemakaian air oleh tanaman
akan berkorelasi posistif dengan produksi biomasa tanaman, hanya sebagian kecil
dari air yang diserap akan menguap melalui stomata atau melalui proses
transpirasi (Dwidjoseputro, 1984).
2.3. Status Air Dalam Tanah
Untuk mencukupi
kebutuhannya, tanaman mengambil air dari tanah, tetapi tidak semua air yang
berada dalam tanah dapat digunakan oleh tanaman. Woodward dan Sheehy (1983)
menyatakan, air tanah dapat diklasifikasikan menjadi, yaitu air higroskopis,
air kapiler dan air gravitasi. Dari ketiga klasifikasi tersebut, air kapiler
dan air gravitasi ini digunakan oleh tanaman dalam kehidupannya pada batas
tertentu saja (Dwidjoseputro, 1984). Batas tersebut adalah batas atas sering
disebut kapasitas lapang (field capacity)
dan batas bawah disebut persentase kelayuan tetap (permanent wilting percentage) (Williams, 1970).
2.4. Status Air Dalam Tanaman
Air di dalam tubuh
tanaman terdapat disemua sel dan jaringan yang kadarnya berbeda-beda tergantung
pada jenis sel, jenis jaringan dan jenis tumbuhan. Yang penting yaitu bukan
banyaknya air di dalam tubuh tanaman, tetapi status (water status) keseimbangan antara penyerapan dan penguapan, dan
berapa air itu ada dalam fase-fase pertumbuhan (Crafts et al, 1949). Kehilangan
air oleh sebab penguapan sangat ditentukan oleh faktor lingkungan di sekitar
daun dan phase pertumbuhan tanaman. Dwidjoseputro (1984) menyatakan, pengaruh
terhadap status air dalam tanaman yang diserap dari tanah dan transpirasi yang
terjadi pada daun, sebagai berikut :
1. Absorbsi
> transpirasi : status air dalam tanaman baik dan tanaman segar.
2. Absorbsi
= transpirasi : status air terletak pada batas dimana
tanaman berada dalam keadaan permulaan layu.
3. Absorbsi
< transpirasi : status air dalam tanaman tidak baik, tanaman berada dalam
keadaan layu
2.5.
Pengaruh Air Terhadap Tanaman
Air sangat berperan
dalam proses-proses fisiologi tumbuhan. Dalam kehidupan tanaman air merupakan
faktor lingkungan yang paling berpengaruh, sehingga ketersediaannya merupakan
faktor pembatas bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. (Prawiranata dkk.,
1992)
Jumin (1989)
menjelaskan bahwa fungsi air bagi tanaman adalah :
1.
Merupakan
unsur penting dari protoplasma terutama pada jaringan meristematik
2.
Sebagai
pelarut dalam proses fotosintesis dan proses hidrolitik seperti perubahan pati
menjadi gula
3.
Bagian
yang essensial dalam menstabikan turgol sel tanaman
4.
Pengatur
suhu dalam tanaman karena air mempunyai kemampuan menyerap panas yang baik
5.
Transportasi
bagi unsur-unsur hara, gas, dan material lainya dalam tubuh tanaman
2.6. Cekaman Air
Ketersediaan air di
lapangan tidak dapat memenuhi kebutuhan air tanaman maka evapotranspirasi
aktual akan turun hingga lebih kecil dibandingkan evapotranspirasi maksimum.
Pada kondisi ini pemakaian air tanaman lebih rendah dibandingkan kebutuhan air
tanaman. Sehingga akibatnya tanaman menderita cekaman air. Cekaman air
menghambat proses fisiologis dalam tanaman, dengan akibat paling ringan
menurunkan hasil tanaman. Cekaman air pada tanaman terjadi karena (1)
ketersediaan air dalam media tidak cukup, (2) transpirasi yang berlebihan atau
kombinasi kedua faktor tersebut. Di lapangan di dalam tanah air cukup tersedia,
taaman dapat megalami cekaman air. Hal ini terjadi apabila absorbsi tidak dapat
mengimbangi kehilangan air melalui proses transpirasi. Absorbsi air dipengaruhi
oleh kecepatan kehilangan air, penyebaran dan efisiensi sistem perakaran, dan
potensial air tanah serta daya hantar air tanah. Pada pihak lain, kecepatan
transpirasi ditentukan oleh luas dan struktur daun, stomata, dan faktor
lingkungan yang mempengaruhi perbedaan potensial air (uap air) tanaman dan
udara. Karena perbedaan faktor yang mempengaruhi ini maka kecepatan absorbsi
dan transpirasi tidak selalu sama. Jika kecepatan absorbsi lebih rendah dari
transpirasi, maka akan terjadilah cekaman air (Islami dan Utomo, 1995).
Komentar
Posting Komentar