BAB I PENDAHULUAN (PENGARUH INTENSITAS PENYIRAMAN DAN UKURAN POLYBAG TERHADAP PERTUMBUHAN CEMARA UDANG (Casuarina equisetifolia Linn.) SAMPAI UMUR 4 BULAN)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki sekitar 17.000 ha areal hutan yang
8.000 ha diantaranya merupakan areal bukit berpasir (pantai). Areal tersebut merupakan
sumber daya alam yang potensial sebagai kawasan wisata pendukung pertanian dan
kehutanan (Suhardi dan Sutikno, 2002). Namun dari tahun ke tahun kawasan pantai
semakin rusak, hal ini dikarenakan kawasan pantai sangat rawan terhadap bahaya
erosi terutama erosi yang disebabkan oleh angin. Untuk mengurangi kerusakan
tersebut harus dilakukan kegiatan rehabilitasi lahan pantai. Dalam rehabilitasi
lahan pantai jenis cemara udang (Casuarina
equisetifolia Linn.) merupakan jenis yang banyak digunakan, selain dapat
bertahan hidup di lahan yang mempunyai kadar garam yang tinggi, tanaman ini
juga dapat memecah angin (wind breaker)
sehingga dapat mengurangi abrasi pantai. Selain itu menurut Winarni (2012),
tanaman camara udang di pantai berpasir sebagai wind barrier mempunyai peran yang penting dalam mendukung
agroforestry di pesisir melalui kemampuanya mengurangi kecepatan angin,
mengurangi kadar garam yang terbawa angin, meningkatkan kelembaban tanah dan
udara, meningkatkan kandungan bahan organik serta unsur hara, menurunkan suhu
udara dan pasir serta mengurangi intensitas cahaya matahari.
Cemara udang (Casuarina
equisetifolia Linn.) merupakan jenis tanaman yang toleran
terhadap stres garam karena mampu mensintesis prolin untuk menyesuaikan tekanan
osmosis ketika natrium (Na) terakumulasi dalam sel dan mempertahankan
homeostasis sel (Tani & Sasakawa, 2006).
Penanaman Casuarina equisetifolia berdampak nyata terhadap sifat-sifat tanah (pH tanah, konduktivitas listrik,
persentase natrium ditukar, karbon organik, dan N, P, K tersedia) dan dapat
membantu rehabilitasi pada tanah sodik yang terlantar (Singh et al., 2011).
Air seringkali membatasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya.
Respon tumbuhan terhadap kekurangan air dapat dilihat pada aktivitas
metabolismenya, morfologinya, tingkat pertumbuhannya, atau produktivitasnya.
Pertumbuhan sel merupakan fungsi tanaman yang paling sensitif terhadap
kekurangan air. Kekurangan air akan mempengaruhi turgor sel sehingga akan
mengurangi pengembangan sel, sintesis protein, dan sintesis dinding sel
(Gardner et al., 1991).
Volume media yang baik untuk budidaya tanaman adalah volume media yang
mampu menunjang pertumbuhan dan perkembangan akar serta mencukupi kebutuhan
tanaman akan air dan unsur hara. Manipulasi volume media yang tepat adalah
dengan membuat komposisi media yang dapat mempertahankan kelembaban tanah dalam
waktu relatif lebih lama dan mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman
(Muliawati, 2001; Sarief, 1985).
1.2.
Permasalahan
Salah
satu faktor penting dalam keberhasilan penanaman adalah tersedianya bibit yang
berkualitas, bibit yang berkualitas dapat tercapai apabila faktor lingkungannya
sesuai, salah satunya faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah air,
setiap tanaman membutuhkan air yang berbeda-beda, banyaknya air ini harus
sesuai dengan kebutuhan. Belum banyak diketahui intensitas penyiraman dan
ukuran polybag yang paling baik untuk
pertumbuhan cemara udang, maka dari itu menurut peneliti perlu dilakukan
penelitian tentang pengaruh intensitas penyiraman dan
ukuran polybag terhadap pertumbuhan
cemara udang (Casuarina
equisetifolia linn.)
1.3. Tujuan Penelitian
1)
Mengetahui
pengaruh perbedaan intensitas penyiraman terhadap pertumbuhan semai cemara
udang sampai umur 4 bulan.
2)
Mengetahui
pengaruh ukuran polybag terhadap
pertumbuhan semai cemara udang sampai umur 4 bulan.
1.4. Manfaat
Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi
informasi tentang :
1)
Intensitas
penyiraman yang paling baik dalam pembiakan cemara udang.
2)
Ukuran polybag yang paling baik dalam pembiakan
cemara udang.
1.5. Hipotesis Penelitian
1)
Semakin banyak intensitas penyiraman semakin baik pertumbuhan tinggi, diameter dan percabangan semai cemara udang.
2)
Semakin besar ukuran polybag semakin baik pertumbuhan tinggi, diameter, dan percabangan
semai cemara udang.
Komentar
Posting Komentar